"Polri yang Profesional, Modern dan Dipercaya, Selamat Datang Tribrata News Polda Sultra"

    , , ,


    Tribratapoldasultra.com_Polda Sultra - Direktur Sabhara Polda Sultra Kombes Pol. Drs. Budi Warsono, M.H. mewakili Kapolda Sultra memberikan arahannya kepada ratusan personel dalam kegiatan penutupan Lat Pra Ops Mantap Praja menjelang Pilkada Serentak 2018 yang akan digelar Juni mendatang, bertempat di lapangan apel Mapolda Sultra, Sabtu 20 Januari 2018.

    Dalam arahannya, Dirsabhara Polda Sultra menyampaikan bahwa latpraops ini dilaksanakan dalam rangka menghadapi kegiatan kedepan yang sangat banyak dalam kaitan Operasi Mantap Praja 2018 yakni Pemilihan Gubernur, Walikota dan Bupati. 

    "Terkait masalah Pilkada, kita tidak boleh menganggap remeh, karena sekali saja ada kesalahan, resikonya terlalu besar, maka dari itu atas perintah Kapolri, kita melaksanakan latpraops," ungkap Dirsabhara.

    Kepada para personel yang terlibat dalam latpraops selama tiga hari diharapkan sudah terlatih dalam menghadapi Pilkada Serentak 2018. "Atas nama pimpinan mewakili Kapolda Sultra, saya menyampaikan terima kasih atas pelaksanaannya," tutup Kombes Pol. Budi Warsono. 


    , , , ,


    Tribratanews poldasultra.com_Polda Sultra,Ini sebagai pelajaran buat seorang yang mau jajan seks tanpa modal. Tidak lama melakukan aksi penipuan dengan menggunakan uang palsu (Upal) untuk memboking PSK di Kendari, Ege alias Adri dibekuk. Penyelidikan subdit II Ekonomi Khusus Ditreskrimsus Polda Sultra tak sia-sia. Beberapa pekan mendapat laporan dari seorang PSK bernama Evi, tim sukses menangkap pria tersebut. Bermodal dengan petunjuk-petunjuk yang ditemukan di hotel saat melakukan penipuan, penyidik menangkap pria tersebut di rumahnya Jalan Kelapa, Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari. Yang paling menarik, pria ini ternyata merupakan seorang Mahasiswa Pasca Sarjana yang masih menjalankan studinya disebuah Perguruan Tinggi di Kendari. 

    Menurut  Kasubdit II Eksus Ditreskrimsus Polda Sultra, AKBP  Susilo Setiwan, hasil penyidikan yang dilakukan uang palsu yang digunakan pelaku, ternyata dicetak sendiri. Ege mencetaknya  dengan menggunakan mesin cetak printer biasa. Pengganti AKB Hadi Winarno itu menjelaskan, aksi pelaku dilakukan baru pertama kali. Alasannya sang pelaku mengaku hanya coba-coba,karena  berhasil maka pelaku mengaku akan mencobanya lagi. Dalam  penangkapan yang dilakukan, AKBP Susilo menuturkan  penyidik diberi petunjuk oleh seorang karyawan hotel. Bahwa dikabarkan, pelaku masuk kembali kehotel untuk memboking seorang PSK lagi. Pelaku sendiri masih menggunakan trik yang sama. Dia memesan PSK melalui aplikasi Beetalk,  dan kemudian mengajak kencan di hotel yang sama."Setelah kami dapat petunjuk , langsung kami lakukan penangkapan di kediamannya,"kata dia melalu keterangan persnya didampingi Kasubbid PID Humas Polda Sultra, Kompoll Dolfi Kumaseh.

    AKBP Susilo juga menerangkan, bahwa dalam kasus ini, polisi sudah mengamankan barang bukti uang palsu tersebut, sebagai bukti "jumlah uang yang diamankan sebanyak Rp 800 ribu adapun modus pelaku dalam kasus ini  memesan PSK dengan menggunakan aplikasi,uang palsu yang dibayarkan kepada PSK dengan pecahan uang Rp 100 ribu". Saat ini, selain telah memeriksan sang pelaku, polisi juga sedang merampungkan berkas pelaku .  Penyidik sudah mengambil beberapa keterangan saksi dalam kasus ini. Diantaranya, korban yang telah melapor, karyawan hotel serta para saksi lainnya. Polisi menggunakan instrumen hukum  Undang-undang RI Nomor 7 Tahun 2011 tentang mata uang dengan ancaman 15 Tahun penjara dan denda Rp 50 Miliar. Pada pasalnya, polisi  menerapkan pasal 26 ayat (3) junto pasal 36 ayat (3). Saat ini pelaku sendiri sudah ditahan.

    Sebelumnya, polisi melakukan penyelidikan kasus ini, setelah tim Eksus Subdit II menerima laporan dari seorang PSK bernama Evi. Kejadian  ini berawal saat Evi bersama dua rekannya, berinisial SS membuka kamar di sebuah hotel melati di Jalan Made Sabara II Mandonga.  Dia dibooking oleh Ege setelah mendapat pesanan melalui aplikasi Beetalk. Usai berhubungan kepada pelaku Evi lalu pulang. Bersama temannya dia baru tau, saat menerawang duit yang diberikan
    pelanggannya  tersebut ternyata palsu.

    , ,


    Tribratapoldasultra.com_Polda Sultra - Usai pelaksanaan sholat Jumat di Masjid Al-Amin Polda Sultra, 19 Januari 2018, Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara Brigjend Pol Andap Budhi Revianto, S.IK memberikan arahan kepada personel terkait tahapan persiapan pelaksanaan Pilkada serta mewaspadai penyakit difteri. 

    "Masing masing anggota harus tahu, tanggal pencoblosan kapan dan waspadai potensi gangguan Kamtibmas jelang Pilkada, kalau daftar pemilih tetap 10 orang yang nyoblos 12 kan ini udah salah ini," ungkap Kapolda. 

    Selain itu Brigjend Andap menambahkan agar anggota siap dan sigap menghadapi segala macam isu yang terdengar seperti dugaan telur palsu yang masuk dan beredar di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara."Cari kebenaran nya terus kerjasama dengan dinas yang terkait dan lakukan sidak serta operasi pasar," tegasnya. 

    Tidak lupa, kepada seluruh personel agar mewaspadai penyakit difteri yang santer terdengar penyebarannya. Difteri adalah jenis penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi di selaput lendir hidung dan tenggorokan. Bakteri yang menginfeksi bernama Corynebacterium diphtheriae. Umumnya penyakit difteri diawali dengan rasa sakit di tenggorokan, demam, lemas hingga membengkaknya kelenjar getah bening.

    Usai memberikan arahan, Brigjend Pol Andap langsung terbang menggunakan helikopter menuju Kota Baubau bersama Karo Ops Kombes Pol Subnedih untuk mengecek situasi dan keadaan di Baubau yang juga melaksanakan pemilihan Wali Kota.





    ,


    Tribratanwspoldasultra.com_Polda Sultra,Tak ingin penyakit Difteri mewabah di Sultra, anggota kepolisian Polda Sultra bersama ibu Bhayangkari ikut andil dalam mencegah penyakit tersebut. Melalui kegiatan sosialisasi dan pemberian vaksin Difteri dalam rangka HUT Yayasan Kemala Bhayangkari ke 38.Ini adalah langkah untuk  pencegahan terbaik agar menghambat penyebaran dan penularan difteri kepada setiap anak . Hal ini disampaikan Pejabat ketua Bhayangkari, Linda Carolina Winarto di Aula Bahteramas.

    Dalam sosialisasi  tersebut, ibu Linda menekankan dihadapan peserta yang hadir tamanya kepada setiap orang tua agar dapat mengenali dan memahami ciri-ciri penyakit Difteri. Kalau perlu, semua orang dapat melakukan vaksinisasi  guna dapat terhindar dari penyakit tersebut. ibu Linda menuturkan, sosialisai ini bertujuan  untuk memberikan pemahaman, kepada setiap orang agar sedini mungkin melakukan vaksin. Kepada ibu-ibu yang memiliki anak, semestinya kata dia diberikan vaksin. Sosialisasi ini juga kata dia sebagai bentuk kepedulian Bhayangkari Polda Sultra, untuk mengajak semua masyarakat Sultra,  agar  mengetahui seperti apa itu penyakit Difteri. Penyakit Difteri sudah tersebar di berbagai daerah di Indonesia, apalagi di Jawa. Makanya, meski Sultra masih jarang penyakit seperti ini, untuk mencegahnya kita harus memahami ciri-cirinya."Kegiatan ini, murni kepedulian kami kepada masyarakat, agar dapat mengenali penyakit ini. Karena penyakit ini bisa membawa efek kematian,"kata istri dari Wakapolda Sultra(19/1).

    Kegiatan Sosialisasi ini merupakan bentuk kerjasama anatara Ibu Bhayangkari bersama  Dinas Kesehatan seluruh Pejabat Polda Sultra.  Dalam sosialisasi ini, Kapolda Sultra, Brigjen Andap Budhi Revianto  ikut membuka acara tersebut. Bahkan kapolda sultra bersama pejabat utama Polda , dan juga sebagian Polwan mengikuti vaksinisasi. Langkah itu, di lakukan untuk memicu  keinginan agar masyarakat peduli dengan penyakit Difteri. Kapolda sultra sempat berpesan, dalam amanahnnya, bahwa perlu sosialisasi terus menerus untuk memberitaukan kepada masyarakat soal Difteri. "Saya harapkan semuanya bisa diberikan vaksin,"kata Andap

     Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sultra, Asrum Tombili yang ikut hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), merupakan salah satu daerah di Indonesia yang ditetapkan oleh Kemenkes RI sebagai daerah rawan penyakit difteri. Penyakit difteri merupakan penyakit gangguan saluran pernapasan dan tenggorokan. Pada tahun 2016 kami temukan satu kasus penyakit difteri, sayangnya penderita itu tidak tertolong dan meninggal dunia.  Sedangkan pada tahun 2017 kata Asrum, pihaknya menemukan tiga kasus difteri dan berhasil diselamatkan oleh tim medis." Kegiatan sosialisasi seperti ini , pertama kali dilakukan di Sultra. Makanya, saya akan langsung menyampaikan ke Menteri soal sosialisasi difteri ini. Kami apresiasi langkagh yang dilakukan Polisi dan Bhayangkari soal kegiatan ini. Pada intinya, salah satu yang menjadi penyebab penyakit tersebut karena tidak pernah imunisasi atau tidak tuntas imunisasinya. Makanya kami sarankan cepat lakukan imunisasi,"harapnya. Untuk diketahui, kegiatan  ini juga melibatkan Biddokes Polda Sultra.



    , ,


    Tribratapoldasultra.com_Polda Sultra - Usai melancarkan aksinya dengan booking PSK lewat aplikasi Bee Talk dan membayar dengan uang palsu, MJ akhirnya harus pasrah saat dibekuk oleh anggota kepolisian dari Subdit II Tipideksus Ditreskrimsus Polda Sultra pada 16 Januari lalu. 

    Penelusuran terhadap uang palsu yang digunakan MJ bermula setelah seorang wanita berinisial NA yang dibooking nya lewat Bee Talk melaporkan di Polda Sultra bahwa dirinya dibayar pakai uang palsu usai melayani MJ di salah satu hotel di Kota Kendari. 

    NA mengetahui dirinya dibayar pakai uang palsu usai membayar taksi, namun supir taksi tersebut jeli dan memberitahu nya bahwa uang yang ia gunakan palsu. 

    "Melalui lidik yang cukup panjang oleh Subdit II Ditreskrimsus pelaku berhasil ditangkap, dia bayar wanita yang di BO via Bee Talk dengan Rp. 800 ribu," ungkap Kasubdit II Tipideksus Ditreskrimsus Polda Sultra AKBP Susilo Setyawan, S.IK saat gelar konferensi pers bersama wartawan di Media Centre Bid Humas didampingi Kasubbid PID Kompol Dolfi Kumaseh, Jumat (19/1/2018). 

    MJ mengaku baru pertama kali menggunakan uang palsu dengan mencoba coba dengan membuat nya menggunakan printer dan hanya digunakan untuk booking PSK saja. 
    Beberapa barang bukti yang diamankan yakni Printer Epson untuk membuat uang palsu dan sejumlah uang palsu hasil cetakan. 

    Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya MJ dijerat pasal 26 ayat (3) Junto pasal 36 ayat (3) UU RI Nomor 7 Tahun 2011 tentang mata uang dengan ancaman penjara 15 tahun. 

    "Di Tahun 2018 ini adalah kasus kali pertama terkait penyalahgunaan uang palsu," pungkas AKBP Susilo Setyawan, S.IK.



    , ,

    Tribratapoldasultra.com_PoldaSultra - Massa yang tergabung dalam Konsorsium Lembaga Pemerhati Tambang Sulawesi Tenggara (KLPT - SULTRA) mendatangi Mapolda Sultra untuk menyampaikan unjuk rasa mereka terkait penyelesaian atas kasus penembakan yang menimpa seorang warga Desa di Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan.

    Seperti diberitakan sebelumnya, warga tersebut mengalami luka tembak yang diduga dilakukan oknum anggota aparat kepolisian ketika menghadang kapal tongkang yang memuat alat berat milik PT. GMS yang akan melakukan explorasi tambang di Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan.

    Kasubbid PID Humas Polda Sultra, Kompol Dolfi Kumaseh menerima langsung tuntutan rekan rekan KLPT SULTRA di Media Centre PID Humas, Kamis 18 Januari 2018.

    "Polda Sultra telah menangani secara serius kasus ini dan saat ini tengah ditangani oleh pihak Bid Propam Polda Sultra," ungkap Kompol Dolfi Kumaseh.

    Dalam pernyataan sikap mereka, KLPT SULTRA berharap Kapolda Sultra menangani secara serius kasus penembakan yang dialami warga Desa Tue tue, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan dan mendesak kepada pemerintah agar mencabut IUP PT. GMS dan menutup operasi pertambangan.
     
     

    , ,

    Tribratapoldasultra.com_Polda Sultra - Kapolda Sultra Brigjen Pol Andap Budhi Revianto, S.IK memberikan arahan nya kepada ratusan personel yang terlibat dalam operasi mantap Praja menjelang Pilkada Serentak 2018 yang akan digelar Juni mendatang, bertempat di Aula Dachara Polda Sultra, Kamis 18 Januari 2018.

    Dalam arahannya, Jenderal bintang satu ini menekankan dan menegaskan agar anggota polisi bersikap netral. "Dilarang menyebarluaskan foto pasangan calon kada, dilarang memberikan dukungan politik apapun," ungkap Kapolda.

    Kepada para personel yang terlibat juga diharapkan agar mewaspadai Black Campaign (kampanye hitam) termasuk dilarang untuk memberikan informasi umum terkait hasil perhitungan suara di TPS yang dihitung oleh anggota polisi yang bertugas.

    "Kepada anggota yang memberikan pengawalan, nah ini jangan sampai mobil patroli nya ikut ikutan dipasangi foto atau gambar paslon biar kelihatan kompak," pungkas Brigjend Andap.


    , ,


    Tribratapoldasultra.com_Polda Sultra - Usai pelaksanaan giat Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) di Masjid Al-Amin Polda Sultra, Kamis 18 Januari, Wakapolda Sultra Kombes Pol Winarto memberikan arahan kepada ratusan personel seputar manfaat Binrohtal dalam pekerjaan dan kegiatan dinas sehari hari sebagai anggota Polri khususnya di Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara

    "Korelasi Binrohtal dan tugas di Kepolisian terutama yang beragama Islam dengan maksud untuk memperbaiki akhlak kita, hubungan dengan dinas kita semua agar rekan rekan bagus akhlak nya tugas dan kerja kita juga semakin baik," ungkap Kombes Winarto.

    Selain itu Wakapolda menegaskan kepada semua personel agar saling menjaga dan saling mengingatkan agar bersikap netral dalam pelaksanaan Pilkada serentak 2018 salah satunya melaksanakan arahan dan perintah agar tidak berfoto bersama pasangan Calon kepala daerah yang bertarung dalam Pilkada.


    , ,


    Tribratapoldasultra.com_Polda Sultra - Ratusan personel Brimobda Sultra turut serta dalam pembinaan rohani dan mental (Binrohtal) yang digelar bersama di Masjid Al-Amin Polda Sultra, Kamis 18 Januari 2018. Binrohtal juga diikuti oleh para pejabat utama Polda Sultra dan dipimpin oleh Wakapolda Sultra, Kombes Pol Winarto.

    Dalam binrohtal kali ini dirangkaikan dengan gelar doa bersama untuk mendoakan personel Brimob yang ditugaskan Bantuan Kendali Operasi (BKO) operasi Amole di Papua untuk menjaga kedaulatan NKRI.

    Sebanyak 2 Satuan Setingkat Kompi (SSK) Brimob Sultra diberangkatkan ke Kabupaten Timika, Provinsi Papua untuk pengaman. Personel Brimobda Sultra tersebut tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Amole, di Bawah Komando Operasi (BKO) Polda Papua.

    Kapolda Sultra, Brigjen Pol Andap Budhi Revianto mengatakan, sesuai penugasan yang ditepkan Mabes Polri, maka pihaknya memberangkatkan 2 SSK Sat Brimob Polda Sultra ke Papua yang tergabung didalam Satgas Amole.

    Ia juga menerangkan, para personil Brimob bertugas di Kabupaten Timika, Provinsi Papua selama 4 bulan tehitung mulai 8 Januari sampai 8 Mei 2018 dibawah komando AKBP Nadeak yang tergabung dalam Satgas Amole.

    "Kepada Allah kita mohon rahmat dan bimbingan sampai akhir Hayat kita. Saudara operasi Amole di Papua selama empat bulan untuk melindungi Indonesia. Wajib bagi semua muslim mendoakan bangsa nya," ungkap Ustadz Bahnur Damau, S.Ag., M.Ag saat membawakan tausiahnya.


    , , ,


    Tribratapoldasultra.com_Polda Sultra - Giat sosialisasi dan penyuluhan tentang bahaya narkoba kembali dilakukan oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Sultra kepada siswa - Siswi SMKN 5 Kendari, Rabu 17 Januari 2018.

    Bertempat dilapangan apel sekolah kejuruan pertanian tersebut, anggota Ditresnarkoba yang dipimpin oleh Kompol Abdul Rahman Sattuang memberikan penyuluhan yang bertema bahaya penyalahgunaan Narkoba terhadap Kesehatan, fisik dan keluarga setelah terlebih dahulu giat penyuluhan dibuka oleh Kepala Sekolah SMKN 5 Kendari Ir. H. Abd J. Garusu.

    Kepada para siswa, narkoba sangat berbahaya bagi kesehatan dan fisik, penggunaan narkoba dikalangan pelajar dapat mengganggu aktivitas belajar, bahkan prestasi pun akan merosot dan menyebabkan putus sekolah.

    Akibat berkepanjangan dari penyalahgunaan narkoba dikalangan pelajaran dapat membuat hubungan dengan keluarga menjadi kurang harmonis dan bahkan menjurus pada perbuatan kriminal.








Top