"Polri yang Profesional, Modern dan Dipercaya, Selamat Datang Tribrata News Polda Sultra"

    , ,

    Tribratapoldasultra.com_Polda Sultra - Puluhan anggota Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sultra dan Satker Polda mengikuti kegiatan donor darah dalam rangka hari lalu lintas bhayangkara ke-62 tahun 2017 di Aula RTMC Dit Lantas Polda Sultra. 

    Kegiatan ini bukan tanpa sebab karena kegiatan ini erat hubungannya dengan tugas yang mereka lakukan sehari-hari dilapangan.

    “Ketika terjadi kecelakaan, tidak sedikit korban yang membutuhkan darah. Kami menolong menyumbangkan darah kami untuk itu. Setetes darah kami tentu sangat bermanfaat untuk yang membutuhkan,” kata Kabid Humas Polda Sultra saat di konfirmasi.

    AKBP Sunarto menambahkan, kegiatan donor darah ini merupakan bentuk kepedulian dan perhatian polisi lalu lintas terhadap korban kecelakaan. Juga terhadap sesama yang membutuhkan bantuan darah.

    Kegiatan donor darah ini, kata Kabid Humas, merupakan rangkaian peringatan HUT Polisi Lalu Lintas ke-62 yang jatuh pada 22 September. Kegiatan tersebut berhasil mengumpulkan 70 kantong darah.

    “Dengan bertambahnya usia Polisi Lalu Lintas ini, kami berharap bisa memberikan pelayanan yang lebih prima kepada masyarakat ini dalam bentuk pelayanan apapun,” tutupnya.
     



    ,

     
    Tribratapoldasultra.com_Polda Sultra - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Tenggara (Sultra) Brigjen Pol. Andap Budhi Revianto, S.I.K. memimpin upacara serah terima jabatan Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) dan empat Kapolres jajaran Polda Sultra di Aula Dhacara Mapolda Sultra, Selasa (19/9/2017).

    Pejabat yang serah terima yakni Dirreskrimum Polda Sultra Kombes Pol. Abdul Rizal A. Engahu, S.I.K., M.Si. diangkat dalam jabatan baru sebagai Dosen Utama STIK Lemdiklat Polri digantikan oleh Kombes Pol. Asep Taufik, S.I.K. yang sebelumnya menjabat sebagai Dosen Utama STIK Lemdiklat Polri.
     
    Kapolres Bombana AKBP Bestari Hamonangan Harahap, S.I.K., M.T. diangkat dalam jabatan baru sebagai Kapolres Malinau Polda Kaltim digantikan oleh AKBP Andi Adnan Syafruddin, S.H., S.I.K., M.M. yang sebelumnya menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Polda Metro Jaya.

    Kapolres Konsel AKBP Yeyen Lesmana, S.I.K. dimutasikan sebagai Pamen Polda Sultra diarahkan pada Kabag RBP Rorena Polda Sultra digantikan oleh AKBP Hamka Mappaita, S.H. yang sebelumnya menjabat sebagai Kasatlantas Polrestabes Makassar Polda Sulsel.

    Kapolres Kolaka Utara AKBP Juli Eko Prihartono, S.I.K. diangkat dalam jabatan baru sebagai Wadirpamobvit Polda Sultra digantikan oleh AKBP Bambang Satriawan, S.H., S.I.K., M.H. yang sebelumnya menjabat sebagai Kanit I Subdit V Dittipidkor Bareskrim Polri.
     
    Kapolres Bau-bau AKBP Suryo Aji, S.I.K. diangkat dalam jabatan baru sebagai Wadirpolair Polda Sultra digantikan oleh AKBP Daniel Widya Mucharam, S.I.K., M.P.A. yang sebelumnya menjabat sebagai Kabag RBP Rorena Polda Sultra yang sebelumnya menjabat sebagai.
     
    Kabid Humas Polda Sultra AKBP Sunarto mengatakan, "serah terima Dirreskrimum dan empat Kapolres jajaran Polda Sultra merupakan tindak lanjut dari surat keputrusan kapolri tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan polri."

    "Pejabat yang di mutasi merupakan penghormatan dari pimpinan Polri karena dinilai berprestasi dalam berkarir selama menduduki jabatan," tambah Sunarto.





    , ,


    Tribratapoldasultra.com_Polda Sultra - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Tenggara (Sultra) Brigjen Pol. Andap Budhi Revianto, S.I.K. memberikan piagam penghargaan kepada 8 personil Polda Sultra yang terpilih sebagai Polisi teladan Polda Sultra tahun 2017. Pemberian piagam penghargaan tersebut pada saat apel pagi Senin (18/9) di halaman Mapolda Sultra.

    Dari 8 personil tersebut, 2 diantaranya telah mendapatkan penghargaan dari Presiden RI Ir. H. Joko Widodo. Kriteria penilaian pemilihan Polisi teladan tahun 2017 yakni etika, prestasi dan keteladanan ditengah-tengah masyarakat. ke 8 personil tersebut yaitu.

    1. Brigadir Al Muhalid, anggota Polres Buton yang bertugas sebagai bhabinkamtibmas di Desa Holimombo, Berjuang dalam memberantas buta huruf di Desa Bajo Bahari dengan membuat perpustakaan keliling dan rumah baca.

    2. Brigadir Muhammad Saleh, Personil Polres Bombana yang ditunjuk menjadi Bhabinkamtibmas Desa Tunas Baru menghadirkan Sekolah Dasar Swasta (SDS) Anak Sholeh dan mendapatkan respon dari kementrian pendidikan dan kebudayaan dengan mengeluarkan SK nomor 200/2015 serta Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) 69892559, sebagai persetujuan pendirian sekolahnya.

    3. Bripka Ripka Diana L., Ps. Pamin V Subbagrenmin Biro SDM Polda Sultra ini memiliki segudang prestasi mulai dari menembak hingga beladiri dan mendonorkan ASInya kepada ibu rumah tangga disekitar tempat tinggalnya yang masih menyusui.

    4. Bripka Mustamin, anggota Bhabinkamtibmas Polres Kolut, mengajarkan baca tulis alquran dan bahasa inggris kepada anak-anak didaerah binaannya serta aktif memberikan ceramah agama.

    5. Aipda Sulaiman, S.Pd., Ps. Kanit Binpolmas Sat Binmas Polres Konawe, aktif melaksanakan penyuluhan radikalisme kepada masyarakat serta membina pramuka dan polisi cilik (pocil).

    6. Brigadir Ramlin, bintara subditgakkum Dit Lantas Polda Sultra, instruktur beladiri serta berhasil menangkap pelaku kekerasan dan menyita sajam didaerah gunung jati.

    7. Brigadir M. Kundoro, S.H., anggota Bhabinkamtibmas Polres Kendari mengadakan bimbingan belajar untuk anak-anak dan menjadi asisten dosen di STIE 66 Kendari.

    8. Brigadir Gunbahar, anggota Bhabinkamtibmas Polres Konsel mendirikan TPA (Tempat Pendidikan Alquran) serta aktif memberikan ceramah agama.

    "Selaku Kapolda Sultra dan mewakili Kapolri, saya mengucapkan selamat kepada rekan-rekan, saya bangga dan ini bisa menjadi inspirasi dan teladan bagi kita semua," ujar Kapolda saat memberikan arahan pada saat apel pagi.

    Kapolda Sultra berharap agar kepedulian dan rasa kebersamaan terus dikembangkan dan terus mencari cara-cara baru dalam memberikan perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat serta sangat mengapresiasi pemilihan polisi teladan.




    , , , ,


    Tribratapoldasultra.com_Polda Sultra - Hingga saat ini jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) telah menetapkan 16 orang tersangka kasus peredaran pil terlarang yang beredar di Kota Kendari.

    Mereka adalah RS dan FA warga Kelurahan Anduonohu Kecamatan Poasia, ST dan PS warga Kendari Barat Kendari, MR warga Kadia Kendari, dan HS warga Jalan Imam Bonjol Kota Kendari. Selanjutnya ES dan AS yang merupakan warga Kabupaten Kolaka, FN dan AR warga Kabupaten Konawe.

    Dua tersangka lainnya adalah WY yang merupakan apoteker di salah satu apotek bersama asistennya AR. Terakhir, dua tersangka yang baru saja diamankan kemarin malam yakni JP warga Kelurahan Kambu dan SS warga Kelurahan Mandonga.

    “Sekarang seluruh tersangka sudah kita amankan. Adapun saksi yang kita periksa secara kesuluruhan berjumlah 50 orang,” kata Kabid Humas Polda Sultra di Polda Sultra, Senin (18/9/2017) siang.

    Desakan ekonomi masih menjadi motif banyaknya tindakan pelanggaran yang dilakukan oleh masyarakat termasuk pengedaran obat-obat terlarang. Pasalnya kasus penggunaan obat-obat terlarang sepert PCC dan Tramadol menjadi bisnis tersendiri bagi bara pengedar.

    Berdasarkan keterangan dari 16 tersangka pengedar pil terlarang yang diamankan Polda Sultra, mereka nekat menjual barang haram tersebut untuk memetik hasil keuntungan yang besar.

    “Untuk motif dari pengakuan tersangka sampai siang hari ini adalah alasan desakan ekonomi karena tergiur keuntungan,” ujar Kabid Humas Polda Sultra AKBP Sunarto saat melakukan konferensi pers di Polda Sultra Kendari, Senin (18/9/2017).

    Pihaknya mengungkapkan bahwa para tersangka membeli obat tersebut dengan harga Rp 600 ribu dalam kemasan satu kaleng yang berisi seribu butir. Setelah dijual mereka bisa mendapat keuntungan dengan laba bersih mencapai Rp 1.250.000 dengan hanya bermodalkan Rp 600 ribu. Dari para tersangka juga diamankan sejumlah uang sebanyak Rp 8.666.000 yang diduga kuat sebagai uang hasil transaksi obat.

    Nyatanya cukup banyak pelanggan yang membeli obat tersebut hingga korban yang berjatuhan saat ini tercatat 76 orang korban. Keseluruhan korban tersebut dirawat di lima rumah sakit dan satu puskesmas. Korban saat ini telah kembali kerumah masing-masing secara bertahap.

    “Barang bukti yang berhasil disita yakni 5.428 butir obat-obat terlarang yang terdiri dari 1.647 Tramadol, 3.043 butir PCC dan sebanyak 738 butir Somadril,” terang Sunarto.

    Atas perbuatannya para tersangka dijerat dengan Pasal 197 Junto pasal 106 UU RI Nomor 36 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

    , , ,

    Tribratapoldasultra.com_Polda Sultra - Satu kali dua puluh empat jam, polisi berhasil  membekuk para terduga pelaku pengedar obat-obatan illegal jenis Somadril dan Tramadol kemarin. Ini masih berkaitan dengan kasus yang menyebabkan puluhan remaja kejang-kejang yang dilarikan kerumah sakit jiwa Kota Kendari.

    Polisi bergerak cepat meringkus para pelaku pengedar maupun penjual obat kategori golongan G tersebut.  Setidaknya 9 pelaku yang berhasil dicokok dalam operasi yang digelar di seluruh jajaran Polda Sultra semalam diamankan. Dua tersangka yang ditangkap oleh tim Sat Resnarkoba Polres Kolaka dengan total barang bukti somadril 1449 butir,  satu tersangka  dari Polres  Konawe dengan barang bukti 1 set somadril, dan tiga tersangka  hasil  tangkapan jajaran Polres Kendari yang terbagi dari tangkapan Polsek Mandonga  dengan barang bukti 2631 butir tramadol. Sebagian pula  sebanyak 1112 butir somadril ditangkap Polda Sultra. 

    Hal ini disampaikan Direktur Ditresnarkoba Polda Sultra Kombes Pol Satria Adhi Permana,  Kabid Humas, AKBP Sunarto bersama Kepala bidang pemberantasan BNNP Sultra, AKBP Bagus Hari, saat menggelar konferensi pers di Polda Sultra, kemarin. Berdasarkan tangkapan ini, masing-masing pelaku berasal dari kalangan berbagai profesi, yakni wiraswasta dan adapula yang berasal dari apoteker . Masing-masing pelaku berinisial ES (23),  dan AC alias CT (25)  hasil tangkapan Polres Kolaka, SR (27)  dari Polres Konawe, tiga lainnya berinisial  ST (39), FA (23)dan RS (27) tangkapan Polres Kendari. 

    Adapun Polda Sultra dari subdit II yang dipimpin AKBP Abdul Kadir menangkap WYK (32) dan AL (27) seorang apoteker. Pengungkapan ini dilakukan tim, dengan menindaklanjuti beberapa keterangan yang diperoleh dari para pengguna obat-obatan tersebut. 

    "Setelah kami menemukan kasus yang terjadi selasa kemarin. Polisi langsung melakukan pengungkapan tadi malam. Polres Kolaka, Konawe, Kendari dan Polda Sultra menangkap mereka," kata Satria, pria yang belum lama dilantik ini (14/9).

    Meski belum dipastikan secara pasti, apakah somadril dan tramadol yang dikonsumsi oleh puluhan anak remaja di Kendari, yang menyebabkan mereka kehilangan kesadaran kemarin, namun Satria menduga ini sangat berkaitan sekali. Sebab, beberapa keterangan yang diperoleh Polisi, bahwa  seperti itulah bentuk obat-obatan yang digunakan. Satria menegaskan, obat-obatan ini merupakan obat yang tidak bebas diperjual belikan diluar. Ini dapat diperoleh, dengan berbagai persyaratan khusus. "Misalkan harus menggunakan resep dokter," katanya. 

    Hasil tangkapan ini, terang dia, kemudian akan diuji ke BPOM, untuk memastikan, obat tersebut masuk dalam kategori golongan G. Sementara 8 tersangka tersebut akan diproses seusia hukum. Untuk para pelaku akan dikenakan undang-undang Kesehatan. Menurut pria yang karib disapa Satria ini, jumlah para pelaku ini akan terus bertambah, sebab polisi masih akan terus melakukan pengembangan pada pengedar obat-obatan ini. 

    Khusus untuk Apoteker, mereka ditangkap di apotik penjualannya sendiri bernama QIQA FARMA yang terletak di Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia. "Dari apotik, kami amankan 1112 butir tramadol. Bentuknya kapsul berwarna kuning hijau. Kami amankan dan tangkap apotekernya bersama asisten apotekernya, karena menyimpan dan memperjual belikan obat tersebut tanpa resep dokter. Apalagi obat golongan G ini, sudah dicabut izin edarnya," beber Satria. 

    Berdasarkan pengakuan dua apoteker ini, apotik ini milik Mansyur, seorang pria yang saat ini sedang menunaikan ibadah Haji. Katanya, obat tramadol tersebut dipesan dari luar ."sudah sejak 2013, mas masuknya," kata dia sedikit berbagi cerita Soal bagaimana dengan  para remaja yang saat ini masih dirawat di RS Jiwa Kendari.

    Kepala bidang pemberantasan BNNP Sultra, AKBP Bagus Hari meminta kepada keluarga korban, untuk segera melakukan rawat jalan. Katanya, ini penting, mengingat dampak dari obat-obatan tersebut ditakutkan menimbulkan ketergantungan."Kami himbau seperti itu masyarakat. Saya harap masyarakat mau," pintahnya.

    Dari Rumah sakit jiwa Kendari, pasien penderita kejang-kejang akibat dari efek fly obat-obatan yang diduga jenis Somadril dan Tramdol itu terus bertambah. Data terakhir yang dikumpulkan rumah sakit sekitar 44 orang. Total itu merupakan pasien yang terdaftar sejak kemarin hingga hari ini. Menurut Direktur RS Jiwa Kendari, Abdul Razak, sudah ada 22 orang yang masih dirawat dalam tahapan observasi, selebihnya sudah pulang dan dilakukan rawat jalan.  Para pasien ini, diantaranya 2 orang wanita. 

    "Pokoknya kami melakukan tugas kami. Salah satunya memberikan suntikan atau obat penenang kepada pasien yang masih dalam keadaaan tidak sadar," katanya.

    Data dari Badan narkotika nasional Kendari (BNNK) sendiri, sudah mencapai 86 orang yang terdeteksi terinfeksi efek obat-obatan kategori G tersebut. Data ini diperoleh BNNK setelah melakukan mengecekan langsung kerumah-rumah warga. Menurut Kepala BNNK,

    Murniaty 86 orang itu merupakan korban yang dirawat sebagian dirumah, Puskesmas dan rumah sakit lainnya."Yah, memang anggota kami melakukan pendataan seperti itu," tegasnya.

    Polisi menerapakan  pasal 197 Jo pasal 106 ayat (1)  subs Pasal 196 Jo pasal 98 ayat (2) dan (3) UU RI No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. Para tersangka ini dijerat dengan unsur pidana karena menyimpan, memperjual belikan dan mengedarkan obat-obatan tanpa hal hak. Ancaman hukumannya 15 tahun penjara.

    Tribratapoldasultra.com_Polda Sultra,selasa (12/9/2017) Kepolisian Republik Indonesia membuka kesempatan bagi para Bintara untuk menjadi Perwira khusus yang membidangi fungsi intelijen kepolisian, melalui seleksi pendidikan Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Intelkam tahun 2017.

    Pelaksanaan seleksi ini serentak seluruh indonesia,khususnya untuk Polda Sultra tahapan seleksi di ikuti oleh 33 orang peserta,yakni 32 peserta laki-laki dan 1 orang peserta wanita.

    Kompol Hamam Wahyudi Kabagdalpers  yang juga panitia sip intelkam mengatakan"Persyaratan untuk mengikuti sip sus intel status pendidikan terakhir minimal ada beberapa kriteria,apabila berstatus pendi2kan terakhir minimal kepangkatan sudah cukup latar belakang untuk SMU bripka minimal 2 tahun,S1 minimal bripka 1 tahun ,S2 dan S3 minimal bripka nol tahun,dan secara berturut-turut selama tiga tahun bertugas di fungsi intelkam.

    Kemudian untuk pelaksanaanya saat ini sudah memasuki tahap pemeriksaan pisikologi,yang mana pada awal sebelumnya telah di laksanakan awal pemeriksaan administrasi dan untuk kuota masih menunggu dari mabes polri,dan untuk tahapan seleksi apabila di nyatakan memenuhi syarat dan nantinya baru bisa diketahui berapa jumlah kuota yang akan diterima yang akan melaksanakan pendidikan nantinya,"terang kompol Hamam.

    Untuk tahapan berikutnya yang nanti di laksanakan tanggal 13 september akan dilaksanakan rikkes dan kemudian dilanjutkan dengan seleksi akademis yakni ujian NKP atau penulisan karya polisi,setelah itu pelaksaan ujian jasmani dan setelah dikompulir seluruh hasil pelaksaan test sambil menunggu jumlah kuota dan dinyatakan lulus untuk tingkat polda sultra dan kemudian untuk bisa melaksanakan pendidikan di pusdik soreang bandung selama kurang lebih tiga bulan setengah.

    , , , ,


    Tribratapoldasultra.com_Polda Sultra - Serius dalam penanganan pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Polda Sultra mengelar pelatihan bimbingan teknis (bimtek) sistem monitoring karhutla dengan menggunakan aplikasi komputer  berbasis I.T. dan pelatihan penanggulangan karhutlah (prefentif, Preventif dan Penegakan Hukum) di Aula Dhacara Mapolda Sultra, Senin (11/9/).

    Kegiatan tersebut dibuka oleh Dirreskrimsus Polda Sultra yang diwakili oleh Wadirreskrimsus AKBP Fery Walintukan, S.I.K. didampingi Kabagbinlatops Roops Polda Sultra AKBP Sumardi K. dan diikuti para Kabag Ops, Kasat Binmas, Kasat Reskrim dan operator jajaran Polda Sultra.

    Melalui bimtek ini diharapkan sebagai langkah awal untuk menunjang percepatan pelaporan personil dijajaran terkait pelaporan karhutla dijajaran Polda Sultra.

    "Ini merupakan tugas pokok dan fungsi Polri pada bidang pencegahan karhutla," ujar Wadirreskrimsus saat membuka bimtek hari ini di Aula Dhacara Mapolda Sultra.

    Menurutnya, pelaksanaan bimtek pendeteksian awal karhutla menggunakan aplikasi komputer  berbasis I.T. kali ini juga bertujuan untuk membangun sistem informasi yang terintegrasi dengan karhutla. Di samping itu juga dapat dilakukan dengan cara monitoring yang terstruktur.

    Bahkan, untuk memudahkan dalam pendeteksian terhadap karhutla tersebut juga sangat diperlukan peta rawan kebakaran. Sehingga, sistem peringatan dini musiman karhutla melalui satelit NOOA, TERRA maupun AQUA-MODIS dapat ditindak lanjuti.

    Meski sudah ada terobosan menggunakan teknologi, kita pun tetap melakukan penanggulangan bahaya kebakaran hutan dan lahan melalui upaya preemtif secara rutin.

    "Melalui patroli, sambang dan memberikan himbauan serta sosialisasi bahaya kebakaran hutan dan lahan ke masyarakat," tutup AKBP
    Fery. 




    , ,


    Tribratapoldasultra.com_Polda Sultra - Kakorbinmas Baharkam Polri Irjen Pol. Drs. H. Arkian Lubis, S.H., M.Si., bersama tim Korbinmas Baharkam Polri AKBP Syofyar dan Kompol Suroto, memberikan arahan tehnis fungsi Binmas kepada pejabat Direktorat Binmas dan  Satbinmas jajaran Polda Sultra Sultra. Kegiatan ini berlangsung di Aula Dhacara Polda Sultra, Senin (11/9/2017).

    Hadir dalam kegiatan ini, Wakapolda Sultra Kombes Pol. Drs. Bambang Priyambadha, S.H., M.Hum., Dir Binmas Polda Sultra Kombes Pol. Drs. Erfan Prasetyo, para Pejabat Utama dan para Kasat Binmas, Kanit Binmas Polsek serta Bhabinkamtibmas jajaran Polda Sultra.

    Mengawali kegiatan, Wakapolda Sultra berikan sambutan dan ucapkan selamat datang kepada Kakorbinmas Baharkam Polri bersama Tim di Polda Sultra. 

    Dalam arahannya, Kakorbinmas Polri mengatakan, Korbinmas pembesaran dari Dir Binmas dan Irjen Pol. Drs. H. Arkian Lubis, S.H., M.Si. adalah sebagai pejabat Kakorbinmas pertama, setelah pemekaran Binmas.
    Lambang Binmas yang baru "Berjabat Tangan" ini bermakna kesetaraan dan kebersamaan serta bermitra dengan masyarakat.

    "Bhabinkamtibmas adalah ujung tombak pencegahan semua bentuk kejahatan dan gangguan keamanan, oleh karena itu Babinkamtibmas harus rajin blusukan, keluar masuk desa untuk berkomunikasi dengan masyarakat. Jangan tinggal diam di rumah atau kantor, buka rumah untuk siapa pun yang datang, kunjungi pemukiman warga, sapa mereka, jabat tangannya, sebagaimana logo Babinkamtibmas berjabat tangan," kata Kakorbinmas.

    Kakorbinmas Polri berharap,  kedepan Binmas semakin maju dan peka terhadap perkembangan masyarakat, diantaranya dari medsos dan konvensional. Untuk itu, anggota Binmas harus bisa menyampaikan informasi kepada masyarakat dipedesaan. Tujuannya agar masyarakat lebih paham tentang berita bohong (hoax)  dan berita yang benar.

    Dikatakannya, ketika sebuah gangguan keamanan terjadi, maka sebetulnya penanganannya sudah ada pilihannya sendiri. Jika sudah kejadian, itu bagian Reserse Kriminal. Jika informasinya akan terjadi gangguan, itu bagian Intelkam.
    Namun jika mencari akar dan menangani pencegahannya agar tak terjadi gangguan keamanan, maka itu menjadi bagian Satbinmas, atau Babinkamtibmas yang berada di pelosok desa. Merekalah yang harus dievaluasi dan mengadakan evaluasi apa yang sudah dikerjakan.

    "Diakhir arahannya, Kakorbinmas berpesan kepada seluruh personil Bhabinkamtibamas, agar kuasai intel dasar ditempat tugasnya, kuasai permasalahan yang terjadi ditengah masyarakat, cari dan temukan solusi dalam penyelesaian masalah serta petakan titik rawan konflik di wilayah masing-masing," ujar mantan Kapolda Sultra.

    Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, kemudian diakhiri dengan penyerahan 4 unit kendaraan mobil operasional Satbinmas jajaran Polda Sultra secara simbolis oleh Kakorbinmas Baharkam Polri kepada Kasat Binmas Polres Baubau Polda Sultra.

     



    ,



    Tribratapoldasultra.com_Polda Sultra,Bertempat di ruangan Aula Dhacara Polda Sultra dalam rangka syukuran Hut Polwan ke 69, Jumat (8/9). Hut Polwan ke 69  sukses digelar seluruh Indonesia. Hari ulang tahun Polisi wanita yang mengambil tagline, Polwan profesional modern, dan terpercaya (Promoter) tersebut digelar  cukup meriah.Dari Polda Sultra, HUT Polwan yang sedianya jatuh pada tanggal 1 September pekan lalu terlaksana dengan baik. Segala rangkaian kegiatan yang dilakukan mulai mengadakan lomba "Public Speaking" hingga Anjangsana ke panti asuhan tersebut telah dilaksanakan. Kemarin, HUT ke 69 Polwan di Polda Sultra dimeriahkan dengan syukuran bersama.

    Seluruh pejabat utama Polda Sultra didampingi ibu pejabat bhayangkari hadir dalam kegiatan tersebut. Banyak agenda yang dibuat hari ini. Mulai dari pertunjukan tari dari berbagai Polres se Sultra hingga pemberian penghargaan kepada Polwan-polwan yang berprestasi . Misalkan Polwan senior bernama AKBP Ria Lamaga mendapat pernghargaan kepada Kapolda Sultra, Brigjen Andap Budhi Revianto S.IK sebagai Polwan tertua. Sementara itu, menyusul  Bripda Ristu Yustika  yang diberikan penghargaan sebagai Polwan termuda. Dalam sesi syukuran tersebut, para Polwan mengawalinya dengan melakukan pemotongahn tumpeng." Semoga Polwan semakin jaya,"kata seorang Polwan setelah acara pemotongan tumpeng tersebut kemarin yang dilaksnakan di Aula Dhacara Polda Sultra 

    Kapolda Sultra Brigjen Andap Budhi Revianto S.IK mengatakan, dalam moment HUT yang ke 69 Polwan, semoga polisi dapat selalu berjaya. Dengan umur yang cukup tua, kata Andap semoga Polwan dapat selalu menunjukan prestasinya . Bekerja secara maksimal, dan dapat menjadi penegak hukum yang baik dimata masyarakat.  Ada beberapa pesan yang disampaikan Kapolda Sultra dalam syukuran hari ini agar Polwan berpikir modern. Menjadi pengayom dan pelayan masyarakat yang baik."Dalam peringatan HUT Polwan ke 69 ini, memiliki makna bahwa Polisi Wanita harus mempunyai kapabilitas yang handal, baik secara intelektual maupun mental spiritual dalam melaksanakan tugas pokok Polri sebagai abdi negara,karena Polwan merupakan subsistem dari institusi Polri, Polwan diharapkan dapat menjadi role model sebagai ibu, istri dan juga sebagai anggota Polri yang berhubungan langsung dengan  masyarakat.


    ,

    Tribratapoldasultra.com_Polda Sultra,Serah terima jabatan tiga pejabat utama polda sultra direktur intelkam kombespol.ponadhi,S.I.K,Direktur reserse narkoba kombes pol.Drs.sumarto,M.S.I,dan direktur sabhara.kombes pol Drs.Hary Apriyono,M.H,dan upacara serah terima dipimpin langsung kapolda sultra Brigjen Pol.Andap Budhi Revianto,S.I.K,senin(8/9) diaula dhacara polda sultra.

    Pejabat Dir Intelkam yang lama digantikan oleh oleh Akbp Hartoyo yang sebelumnya menjabat Wadir intelkam Polda Sultra,sementara Direktur Resnarkoba yang lama digantikan oleh Kombes Pol Satria Adhi Permana,S.I.K,M.Hum,dan Dir Sabhara digantikan oleh Kombes Pol Drs.Budi Wasino,M.H.

    Kabid Humas Polda Sultra Akbp Sunarto mengatakan"serah terima tiga pejabat utama polda sultra merupakan tindak lanjut dari surat keputrusan kapolri tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan polri".

    Kabid humas menambahkan"pejabat yang di mutasi merupakan penghormatan dari pimpinan polri karena dinilai berprestasi dalam berkarir selama menduduki jabatan".



Top